Mengungkap Fakta Tanpa Kompromi

banner

PT. Texmaco Sewakan Tanah Adat Rp.1 Juta

SUBANG, (Perak).- Senin (1/7) PT. Texmaco Perkasa Enggineering melakukan pendataan para petani penggarap lahan miliknya yang dibeli semenjak tahun 1997 silam dari masyarakat alias bukan tanah Hak Guna Usaha (HGU) atau tanah milik Negara yang letaknya di Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. Pendataan itupun dilaksanakan sekaligus memungut pembayaran perpanjangan sewa lahan garapan dari para penggarap ke PT tersebut, dengan biaya Rp. 1.000.000,- per tahunya/ hektar dari para petani penggarap dan pungutan Urusan Desa (Urdes) Rp. 425.000,-.
Disela kegiatan itu, Bagian Administerasi (ADM) PT. Texmaco, Yaya Sunarya didampingi Pembantu ADMnya, Saepudin menuturkan, bahwa lahan tersebut bukan HGU, melainkan tanah adat “Lahan ini bukan HGU, melainkan tanah adat yang dibeli PT. Texmaco dari masyarakat dan berhubung belum dilakukannya pembangunan, maka digarap kembali oleh masyarakat dengan syarat permohonan ijin menggarap sementara dengan biaya Rp. 1 juta per hektar, per tahun, mengenai luas keseluruhannya saya kurang tahu, karena pada waktu pembebasan tahun 1997 bukan saya, ” paparnya.

Sementara disela terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Desa Kedawung, Rasman mengatakan, luas tanah adat itu kurang lebih seluas 150 hektar,“ tahun 1997 pembebasan tanah adat dilakukan, berhubung belum ada pembangunan masyarakat mengajukan permohonan untuk menggarapnya, mengenai pungutan Urdesnya itu, karena sudah ada kesepakatan bersama dan masalah pajaknya pun selalu membayar, buktinya ada dikantor,” ujarnya.

Menurut beberapa sumber sekaligus tokoh masyarakat Desa Kedawung, mengatakan kepada Perak, tanah di Kecamatan Pabuaran mayoritas tanah Negara dan hanya beberapa persen saja tanah masyarakat, “tidak menutup kemungkinan, tanah itu bukan tanah adat, karena di Pabuaran keseluruhannya tanah Negara, hanya sedikit tanah hak milik masyarakat,” singkatnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Subang dengan pihak PT. Texmaco Perkasa Enggineering telah menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) yang di Ketuai Mochamad Noor Wibowo pada Hari Senin (3/6) diruang rapat DPRD terkait pembahasan status tanah negara terlantar dan tidak jelas status penggarapnya akibat habis masa berlaku Hak Guna Usaha (HGU) pada tahun 2002 silam bersertifikatkan HGU atas nama PTPN VIII yang dilimpahkan ke PT. Texmaco.

Ketua Pansus DPRD Subang, Mochamad Noor Wibowo mengungkapkan, bahwa tanah itu sudah kembali ke Negara dan wajib dikelola oleh rakyat, “dari tahun 2002 HGU PTPN VIII yang dilimpahkan ke PT. Texmaco telah habis, kini tinggal ada keberanian para kades stempat saja, untuk membagi garapan kepada masyarakatnya sesuai peraturan yang berlaku, tidak usah takut,” ungkapnya.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Subang, Yuhana saat ditemui dikantornya Selasa (2/7) enggan berkomentar. Hendra/Nurhamid

 
FacebookTwitterRSS Feed
Perak TV Online Perak TV Online

Ririn, Gadis 7 Tahun Alami Stroke-Icah Tunggu Operasi Tahap Ke-3

Ririn, Gadis 7 Tahun Alami Stroke-Icah Tunggu Operasi Tahap Ke-3

Ririn Febriani, gadis berusia 7 (Tujuh) tahun anak dari pasangan Ahmad dan Parida yang beralamat di Dusun Krajan 2 RT 06/RW 02 Desa Kediri, Kec. Binon...

banner

Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi   |   Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi   |   Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi.