Mengungkap Fakta Tanpa Kompromi

banner

Disnaker Subang Dukung PT. SJ Mode Lakukan Tindak Pidana

SUBANG, (Perak).- Praktek kerja secara paksa atau disebut kerja sampai selesai (SS) tanpa batas waktu di sebuah perusahaan industri terhadap karyawan/ti PT. SJ Mode yang dimiliki Janet Warga Negara Korea yang terletak di Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang dari mulai masuk kerja pukul 07.00 WIB hingga esok harinya sekira pukul 05.00 WIB untuk bagian sewing atau menjahit yang dilakukan setiap satu minggu sekali.

Menyikapi hal itu, sebelumnya, tepatnya hari Selasa (2/7) Kepala Bidang Pembinaan Pengawasan Ketenaga Kerjaan Disnakertrans Subang, Kusman Yuhana S.Sos. M.si dengan didampingi Pengawas Lapangan, Usuf menandaskan, bahwa tindakan PT. SJ Mode itu layak untuk dipidanakan, karena telah melanggar UU ketenaga kerjaan dengan cara melakukan tindak pidana melalui memperkerjakan secara paksa para karyawan/ti, hukuman pidananya bisa dipenjara minimal 1 sampai 3 tahun dan denda Rp1 juta hingga Rp10 juta. Bahkan pihaknya pun siap untuk melaporkan pemilik PT. SJ Mode ke pihak kepolsian dan meminta dukungan kepada Perak dalam penanganan proses hukumnya dikepolisian.

Namun, pada kenyataannya, saat dikonfirmasi yang kedua kalinya, Rabu (17/7) Kusman diruang kerjanya mengatakan, bahwa dia telah menegur HRD Manager PT. SJ Mode, Tomy, namun tidak ada tindakan tegas dari pihaknya terhadap PT. SJ Mode tersebut, melainkan hanya menegur saja, “Kami sudah menegur HRD PT. SJ Mode, Tomy,” singkatnya, tanpa memberikan keterangan lebih jelas.

Seperti telah diberitakan Perak diedisi 80, bahwa tepatnya hari Jum’at (28/6) sekira pukul 03:00 WIB sesaat praktek kerja paksa itu dilakukan, ketika hendak dikonfirmasi Pemilik PT. SJ Mode, Janet sedang sibuk, salah seorang securitynya mengatakan, pemilik PT dan pegawai ahlinya semua sedang sibuk dan tidak bisa diganggu, serta mengenai sistem kerja sampai selesai dimaksud, dilakukan setiap satu minggu sekali, tepatnya setiap malam Jum’at.

Beberapa karyawan/ti yang telah dipaksa melakukan kerja sampai selesai tersebut, kepada Perak memaparkan, bahwa mereka tidak diberitahu jam selesai kerja, setiap melakukan kerja paksa yang dilakukan setiap satu minggu sekali itu dan harus melakukan kerja sampai selesai tersebut, tanpa diberitahukan waktu selesainya. Bahkan bukan hanya satu minggu sekali, terkadang dilakukan dua kali dalam seminggu, serta gaji lemburan pun satu jam hanya Rp5000,- diberikan secara tidak sesuai dengan slip gajinya, hingga sering dipotong senilai 20%, jika protes sanksinya akan dipecat dari perusahaan tersebut.

Menanggapi permasalahan itu, jelas PT. SJ Mode telah melakukan tindak pidana dan melanggar Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 77 sampai dengan pasal 85 pasal 77 ayat 1, UU No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja yaitu, 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja bisa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja/buruh berhak atas upah lembur. Dalam hal ini pihak penegak hukum atau pemerintah terkait segera mengambil langkah tegas, tanpa pandang bulu, terhadap PT pelanggar undang-undang tersebut. Hendra

 
FacebookTwitterRSS Feed
Perak TV Online Perak TV Online

Posko Peduli Mudik 2014, FMP dan Media Perak

Posko Peduli Mudik 2014, FMP dan Media Perak

SUBANG, (Perak).- Bertempat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ciasem, Subang didirikan Pos Komando (Posko) Peduli Mudik  Forum Masyarakat Pedu...

banner

Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi   |   Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi   |   Peduli Rakyat Online    |   Satu-satunya Media yang Peduli Aspirasi Rakyat & Berani Ungkap Tuntas Korupsi.